Kamis, 19 Juli 2012

Langkahmu...

Hari ini, esok, dan seterusnya pasti indah. Aku yakin itu. Segala kesedihan akan terhapus dengan iringan waktu yang terus berjalan. Intinya jangan menyerah, karena semuanya akan terjawab jika kita berusaha menemukan jawabannya. Tapi jangan pernah terlalu fokus untuk temukan sebuah jawaban, selingi hal itu dengan hal lain. Hiduplah seperti manusia,  ya, karena kau manusia.

Gunakan nafasmu untuk mengontrol hidupmu. Jangan terlalu ditahan, hembuskanlah pelan-pelan, dan mulailah melanjutkan hidup. Tersenyumlah :)

Tidak ada larangan untuk menangis. Kau bisa menangis semaumu, tapi redakanlah sebisamu. Berusahalah. Ulurkan tangan bantuan kepada dirimu sendiri. Tarik dan bangkitkan ia dengan semangat. Berjalanlah pelan-pelan. Ingat, jangan terburu-buru dan membabi buta. Jalanan itu masih tidak rata, dan kau masih bisa mudah terjatuh. Lihat lagi jalan yang kau tempuh. Pelan-pelan saja.

Istirahatlah dikala lelah. Duduk dan tidurlah. Jangan kau paksa dirimu untuk terus berjalan dengan luka atau beban. Bersandarlah pada pohon teduh, dan pejamkan matamu barang sebentar.

Saatnya melanjutkan hidup... tataplah kedepan.... tak perlu sesali apapun. Ayo... berjalanlah... pelan-pelan... lalu berlari-lari kecil... dan temui sinar didepan sana....

Ingat, jangan pernah berlari-lari dipinggir jurang... banyak bebatuan disitu. Kau mana tau kalau kau tidak akan tersandung. Hindari jurang. Hindari terik panas terlalu banyak. Hindari Gelap tanpa cahaya. Hindari terlelap begitu lama.

Kamis, 05 Juli 2012

Tanpa Sadar Kau Nobatkan ia Menjadi 'Srikandi'




Ada pajangan Arjuna dikamarnya, dan kau bilang kau punya pajangan Srikandi. Kau sedikit agak menertawakan dirimu,dan malu-malu mengakuinya. Tapi yang kau berikan pajangan Arjuna itu tersenyum senang tak menyangka kau bisa seimut itu. Kau memang tau ia menyukai hal-hal tentang wayang, dan kau benar-benar tepat dengan memberikannya pajangan seperti itu. Seharusnya kau lihat bagaimana wajahnya tersenyum sambil memeluk pajangan kecil itu didadanya, ia senang dan menimang-menimang pajangan itu sambil tersenyum sipu. Seharusnya kau bisa lihat itu.

Sejak dulu ia memang mengagumi sosok Srikandi, dan ingin menjadi Srikandi. Dan kau berikan hadiah kecil itu, walaupun bukan tokoh Srikandi, tapi untuknya pajangan Arjuna itu membuatnya harus menjadi Srikandi. Kau tau? kau juga sudah menjadi Arjuna untuknya, dan ia sangat berusaha keras untuk benar-benar bisa menjadi Srikandi untukmu. Apapun itu, ia sangat ingin menjadi Srikandi.

Kau bisa dikatakan adalah salah satu sosok yang pantas disebut sebagai Arjuna. Bagaimana tidak? banyak sekali perempuan-perempuan mengagumimu, dan mengungkapkan cinta padamu. Awalnya itu membuatnya minder dan mengabaikan untuk menyukaimu, tapi mengabaikan sama sekali bukan hal mudah, dan nyatanya ia bertahan. Saat akhirnya ia tau kau juga menyukainya, kau tau apa yang ia lakukan?? Ia tersenyum nyaris setiap malam, merasa sosok Srikandi akan benar-benar komplit berada didirinya, seperti memenangkan suatu piala yang tak pernah ia bayangkan. Kau.

Tapi sayangnya Arjuna senang berkelana, dan kini mungkin ia sedang bertapa dalam kesendiriannya. Entah apa yang dicari. Arjuna kini tengah berpetualang terlalu lama di dalam dunianya yang berkabut putih, membiarkan Srikandi terdiam dan menanti dengan gusar. Banyak macam pikiran yang datang menakuti Srikandi, tapi terlalu gengsi bagi Srikandi untuk mengakuinya. Srikandi pun memutuskan tetap menjadi seperti sosok Srikandi yang dulu, walau hatinya sudah pasti rapuh. Masih banyak panggung yang harus ia hadapi.

Berjalan dengan impian menjadi Srikandi pun akhirnya ia coba dengan perlahan. Bagaimanapun juga, ia tetap ingin menjadi Srikandi, ada atau tidak ada kau. Ia ingin menjadi Srikandi, dan tanpa sengaja kau juga menobatkan itu padanya. Lalu apa? kini sudah tidak mungkin melepas sosok Srikandi dalam dirinya. Ia akan menjadi petarung kuat dan pantang menyerah, dengan hatinya yang tentu masih untuk Arjuna. Apa ada kisah cinta Srikandi yang lain? tidak ada bukan. Ya.. kini sosok Srikandi sudah bersemayam dalam dirinya. Mendekap prinsip. Tidak  menyalahkan Arjuna yang berkelana.


Sumber gambar pertama : Google

Rabu, 04 Juli 2012

Wayang Orang Modern Garapan Swargaloka



Siapa bilang nonton wayang itu membosankan dan sulit dimengerti? sekarang ini bukan lagi menjadi alasan. Wayang garapan Swargaloka bisa menjadi alternatif pilihan buat orang-orang yang baru mengenal salah satu budaya Jawa, yaitu wayang. Wayang orang yang ditampilkan bisa dikatakan cukup modern karena menggunakan bahasa Indonesia dan baju-baju penokohan wayang yang mereka gunakan juga bisa dibilang beda dari yang lain, tapi sangat menarik. Saya baru 2 kali nonton pertunjukan wayang orang garapan Swargaloka, yaitu dengan judul 'Sumpah Abimanyu' dan 'Kidung Cinta Suryatmaja Surtikanthi', dan saya selalu dibuat terkesima dengan pertunjukan tersebut.

Pertunjukan yang diberikan oleh Swargaloka juga tidak begitu lama, sangat pas sekali buat anda-anda yang mau belajar tentang wayang dan mendapat makna dari cerita wayang tersebut, kurang lebih sekitar 2 jam. Komplit. Penyajiannya memang cukup modern, tapi khas wayangnya masih sangat bisa didapat karena suara gamelan dan penceritaannya pun masih sangat kental khas wayang, bedanya cuma dibahasa yang menggunakan bahasa Indonesia dan beberapa aspek lain yang  sebenarnya saya bingung untuk menjelaskan. hehe.



Dari info yang saya dapat, beberapa pemain Swargaloka berasal dari ISI Solo loh dan beberapa dari mereka pula bisa dibilang sudah sangat terkenal didunia perwayangan seperti bapak Ali Marsudi, Ibu Dewi Sulastri, dan bapak Agus Prasetyo. Wah, mereka bertiga adalah yang paling saya favoritkan dalam pertunjukan wayang disini.hehe. Entahlah, mereka selalu membuat saya terkesima sampai rasanya saya enggak mau pertunjukan ini berakhir. Tapi, bukan berarti pemain atau penari yang lain tidak membuat saya terkesima, saya malah sangat mengagumi mereka, tarian dan tokoh yang mereka mainkan selalu menjadi pelengkap yang sangat menyenangkan dan bermakna. Cara mereka semua menari saja sudah ada punya arti yang sulit di ungkapkan kata-kata, rasanya jadi menyesal dulu saya enggak belajar nari.hehee. Ya sudahlah, mungkin melihat mereka saja sudah cukup membuat saya terkagum-kagum dan enggak boleh menyesali masa lalu. *tsahhh.





Nah, seperti yang saya bilang diawal, wayang garapan Swargaloka ini bisa dijadikan alternatif yang baik untuk mencoba mengenal wayang orang. Selain menggunakan bahasa Indonesia, waktu yang pertunjukannya juga tepat, karena pementasannya biasa dimulai dari pukul 3 sore. Intinya, jangan terus-terusan berfikir kalau wayang itu membosankan. Dulu saya juga berfikir wayang itu membosankan kok walaupun udah pernah nonton berkali-kali ditelevisi dan langsung. Tapi sekarang? hehehe. Tau sendiri kan... Pokoknya coba dulu untuk kenal dan suka, setelah itu terserah anda. :)

With Bapak Ali Marsudi dan Ibu Dewi Sulastri

Senin, 04 Juni 2012

Fix me





Awalnya mungkin aku menjadi linglung dengan akan apa yang akan aku lakukan. Semuanya menjadi terasa tidak enak, dan kelam. Bernafas seperti sulit, rasanya sesak dan seolah-olah aku telah di buang dalam gua kegelapan yang sunyi senyap. Aku tersedu-sedu hampir tiap hari. Mengecek sesuatu yang kosong, tanpa ada kabar apapun. Semakin hari semakin sulit. Seolah membunuh perlahan-lahan, dan aku hanya bisa tersenyum dengan pandangan paling datar tanpa mampu berkata-kata.

Tak ada daya lagi untuk mempercayai siapapun. Rasanya seperti ingin sendiri, dan pergi jauh dari semua ini. Aku seperti mengais kehidupanku yang sudah tak berarti, mencari hidup yang sebenarnya aku punya tapi aku matikan. Masa lalu yang buruk, membuatku semakin terpuruk dengan masalah ini. Aku goyah. Nyaris tak ada daya. Maka biarkan aku jauh darinya yang aku tak mampu lagi menyebut namanya. Untuk dia yang hilang meninggalkan ruang dihatiku yang kini berkabut gelap.

Aku terus-menerus menghela nafas. Mencari nafas tambahan entah harus sejauh apa. Semuanya butuh waktu, dan aku tau itu. Lalu  aku hanya bisa terdiam…

Aku harus mampu menemukan jembatan hidupku. Secepat mungkin menapaki jembatan itu. Melewatkan yang lalu tentang kesedihan yang menyiksa seluruh batinku. Aku butuh cara mencapai jembatan itu. Butuh waktu. Mungkin ini saatnya aku berbenah, menyiapkan segalanya dalam perjalanan mencari jembatan. Akan datang waktu ketika aku bisa menembus kabut untuk mencari jembatan dalam cahaya semu.

Jembatan hidup….
Beri aku jalan untuk melangkah ke arah mu..
Beri aku nafas tambahan untuk tidak terlelah menujumu..

Sumber gambar : google

Senin, 21 Mei 2012

Eh, kau kenapa?

HAHAHA. Aku harap hari ini, esok, dan seterusnya kau bisa tertawa dengan mudah seperti ini. Jangan nangis lagi. Kau menanti apa sih kemarin? menanti dia ya? sudah-sudah, mungkin bukan takdirmu bersamanya. Kau pasti tau dan ingat dengan kata-kata umum ini kan? " Kalo jodoh enggak akan kemana". Ayolah, gunakan saja kata-kata ini sebagai kekuatan pamungkasmu. Loh.. kok diam? kenapa lagi?


Oke..oke.. aku ngerti. Masih sulit ya? pelan-pelan saja. Hatimu masih rentan untuk menangis lagi, tapi nanti juga biasa kok. Harus bertahan. Harus kuat. Kau ingat dengan kata-katamu sendiri kan? " Harus pura-pura berani untuk jadi berani". Nah, gunakan saja kata-katamu. Kau harus pura-pura berani untuk kuat, untuk jadi kuat beneran. Bisa kan? Kenapa diam lagiiiii??? bisa gila kau nihh..


Bukannya kau pernah bilang, semua cobaan membuatmu menjadi baja yang kuat. Tidak mudah goyah. Tapi cinta macam gini malah membuatmu hancur. Mana dirimu yang dulu?? hilang kemana sih, mau aku bantu cari gak? ah.. rasanya sulit.


Gampang sekali sih mood mu berubah, dan sekarang pasti lagi bad mood. Kenapa bad mood nya lama banget? ya..ya... kan malah nangis lagi. Sudah ah, aku enggak tega melihat kamu nangis. Kita tuh satu, dan aku tau banget kamu. Aku itu kamu. Udahlah.. cup..cup... kasian donk sama diri kamu, kasian donk sama aku. Jangan begini terus. Ini melelahkan.


Nah, mau kemana sekarang kau ini?
Mau tidur?
Yah.. baiklah... tidurlah sebentar. Kau memang butuh tidur.
Tapi ingat. Besok kau masih harus terbangun.
Bisa kan?

TOPENG SOK KUAT

Nafasmu tertahan. Kau nyaris kehilangan. Tinggal tunggu waktu untuk tau hasil akhirnya.
Kau sudah menangis sesuka hati, dan menatap malam seolah mereka menemanimu dalam kesedihan yang sudah menjadi aktifitas barumu. Lalu kau tersenyum miris sambil menatap bulan kelabu di selimuti oleh kabut hitam. Lagi-lagi kau menghela nafas, seolah lelah, tapi esok kau harus tegar. Menutupi yang sebenarnya kau rasakan adalah pekerjaanmu setiap hari, dan kau menikmatinya.


Kau selalu berkata iri dengan mereka yang terbuka, yang mampu berekspresi dengan segala rasa yang mereka rasakan. Kau menatapi mereka dengan senyum rendah hatimu, menguatkan mereka yang bersedih, dan seolah-olah berkata pada mereka bahwa hidup punya jalan bahagia masing-masing. Aku tahu kau begitu mempercayai kata-katamu, tapi kau munafik. Aku tau bagaimana akhirnya kau selalu meratap perih hidupmu, dan kau tidak sekuat kata-katamu. KAU MEMAKAI TOPENG SOK KUAT.


Kau menjadikan lari sebagai hobi, dan terdiam pada jalan buntu sebagai akhir yang akhirnya kau temukan. Kau mencoba untuk tak merepotkan orang lain tentang perasaanmu, tapi kau menyiksa diri. Kau sering tertawa pada hal-hal yang mereka tangisi, tapi jauh dalam hatimu... aku tau kau ikut menangis. Sedu Sedan.


Kau sama seperti seperti mereka. Menanti.
Kau tau? menanti itu butuh teman, karena kalau tidak ada teman kau akan kesepian dan mati. Dan kau punya banyak teman. Lalu? kenapa tidak butuh mereka untuk menemanimu?
Tidak. Maksudku bukan hanya menemanimu hidupmu yang bertopeng. Pasti ini yang awalnya kau fikirkan.
Kau butuh teman untuk menemanimu dalam sepi, kau butuh mereka untuk tau setidaknya sedikit tentangmu. Beri mereka sedikit ruang untuk temani hatimu. Jangan siksa hatimu.
Mau menanti sendirian? mau mati sendirian?
Terserah kamu sajalah.
Jangan jadi pengecut. Dasar bodoh.
Cepat ambil keputusan!

Kamis, 17 Mei 2012

Kau tau? boleh aku katakan sesuatu?

Lihat, aku kembali pada pada kebiasaan lama. Kebiasaan buruk. Mataku kembali sulit untuk tertidur dimalam hari, kali ini bukan karena aku tak ingin tidur, tapi karena aku terlalu sering memikirkan kamu. Dulu, aku terjaga dengan hebat, dengan segala kesibukan yang tidak penting. Mengecek facebook, twitter, blog, email, chating, dan mencari tau tentang hal yang sebenarnya hanya untuk kepuasaanku untuk mengisi kegiatan malamku. Kini rasanya gamang, tak ada lagi hasrat untuk itu. Aku terlalu resah dengan pikiranku sendiri, terlalu takut dengan ketakutanku, dan menjadi sangat lemah.

Kau tau? tidur di kala terang memang sering menjadi pelampiasanku untuk tak memikirkanmu. Sebenarnya itu sulit, tapi aku harus tertidur. Aku tak peduli dengan sebutan "kebo" atau "tukang tidur" di siang hari karena aku memang harus tidur, itu satu-satunya cara agar aku tidak memikirkanmu, mungkin, aku sering mepertegasnya seperti itu. Tapi, anehnya mimpi tentang kamu selalu ada, sering datang, dan aku benar-benar tak mampu menepisnya. Aku rindu. Rindu padamu. Sungguh. Terkadang aku jadi berfikir, mungkin aku salah menyebut tidur sebagai pelampiasan, karena nyatanya selalu ada kamu dalam lelapku. Yah, mungkin seharusnya itu tidak dikatakan sebagai pelampiasan untuk tidak memikirkanmu, melainkan sebagai pelepas rinduku kepada kamu. Ya.. walau akhirnya saat terbangun, kamu enggak ada... dan aku cuma bisa diam menahan sesak kerinduan yang ternyata menjadi lebih dalam. hhhh....

Boleh aku katakan sesuatu?............
AKU INGIN KETEMU...