Tampilkan postingan dengan label remarkable moments. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label remarkable moments. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Januari 2013

Wayang Orang Ciptoning dan Salya Wiratama


Mari menonton wayang! yuuuuuukk..




Kali ini saya mau share tentang pengalaman saya waktu nonton wayang berjudul 'Ciptoning' di Monas, dan 'Salya Wiratama' di  teater TIM Jakarta. Jangan tanya serunya gimana, karena bagi saya ini seru banget!hehehe. Saya sendiri enggak ngerti kenapa makin kesini malah makin suka wayang, dan mencoba sebisanya untuk bisa nonton pementasan wayang orang. Pengetahuan wayang saya memang belom bagus-bagus amat, tapi lama-lama masih bisa berkembang bukan? Kalo yang saya dapet sampe saat ini sih, banyak banget hal positif yang bisa di dapetin dari membaca buku cerita tentang wayang dan menonton pertunjukan wayang langsung. Apa saja? coba sendiri;p

Oke, lanjut dengan hal yang mau saya share disini. Dua pagelaran wayang orang ini sama-sama berlangsung di malam hari ( rata-rata pertunjukan wayang diadakan malam ) sekitar pukul 08.00 atau 08.30, dan menonton dua-duanya itu GRATIS! woaa.. siapa coba yang gak seneng denger GRATIS nya itu??ahahaha. Karena biasanya setiap saya nonton wayang orang itu seringnya bayar, dan kali ini gratis. Jelas saya enggak mau melewatkan dan kebetulan sekali waktunya pas, jadi meluncurlah saya kesitu.

Sebelumnya saya pernah menonton pertunjukan wayang 'Ciptoning' yang pernah diadain di gedung pewayangan TMII dalam acara WOW festival, tapi itu sebentar banget dan tentu saja itu ngebuat saya kurang puas.hehehe. Nah, kebetulan banget di monas diadain pementasan dengan judul yang sama, dan dalam jangka waktu yang lebih lama ( kurang lebih 2 jam ), jadinya bisa lebih puas menikmati deh, ditambah saya juga ngefans sama beberapa pemain wayang orang. Disini jadi tambah lengkap deh pengetahuan saya tentang cerita 'Ciptoning' itu sendiri, dan kali ini suasananya juga kebetulan rame banget. Alhamdulillahnya saya duduk lumayan didepan, jadi dapet tempat yang pas buat melihat lebih dekat dan ngambil foto. YIP!



Enggak lama setelah pertunjukan 'Ciptong' di Monas, ada lagi pertunjukan 'Salya Wiratama' di teater TIM. Nah, saya juga bersyukur banget bisa nonton pertunjukan ini yang kebetulan bareng dua teman saya, sayangnya kemaren dapet posisi duduknya kurang enak ( di atas ), tapi tetep jadi tempat yang lumayan buat ambil foto kok. hehehe. Pertunjukan ini bisa di bilang super bagus! salut sama orang-orang WO Bharata Senen ( Oiya, yang di Monas juga digarap oleh Bharata loh!) yang udah mengadakan pertunjukan sekeren dan sebagus ini. Banyak banget hal-hal positif yang bisa kita dapetin dari menonton pertunjukan ini, khususnya tentang tokoh Salya yang awalnya saya anggap tokoh jahat "beneran", tapi ternyata berpihak di kurawa enggak selalu berarti dia itu bukan ksatria yang baik ( terbukalah mata saya.hahaha). Pokoknya pertunjukan wayang selalu punya pandangan luas untuk memaknai tokoh-tokohnya, dan itu enggak mudah loh, karena enggak bisa asal sembarangan :)




Ya! dua pertunjukan wayang ini emang keren dan bermakna banget. Saya emang enggak sebutkan secara utuh tentang makna-makna kehidupan yang saya dapet dari dua pertunjukan wayang orang di Jakarta ini ( masih sulit merangkai kata.hehe) tapi ya memang banyak banget yang bisa didapetin usai nonton wayang orang. Selain melestarikan budaya, banyak hal positif yang bisa didapet. Makanya, nonton yuk! ;)

Rabu, 04 Juli 2012

Wayang Orang Modern Garapan Swargaloka



Siapa bilang nonton wayang itu membosankan dan sulit dimengerti? sekarang ini bukan lagi menjadi alasan. Wayang garapan Swargaloka bisa menjadi alternatif pilihan buat orang-orang yang baru mengenal salah satu budaya Jawa, yaitu wayang. Wayang orang yang ditampilkan bisa dikatakan cukup modern karena menggunakan bahasa Indonesia dan baju-baju penokohan wayang yang mereka gunakan juga bisa dibilang beda dari yang lain, tapi sangat menarik. Saya baru 2 kali nonton pertunjukan wayang orang garapan Swargaloka, yaitu dengan judul 'Sumpah Abimanyu' dan 'Kidung Cinta Suryatmaja Surtikanthi', dan saya selalu dibuat terkesima dengan pertunjukan tersebut.

Pertunjukan yang diberikan oleh Swargaloka juga tidak begitu lama, sangat pas sekali buat anda-anda yang mau belajar tentang wayang dan mendapat makna dari cerita wayang tersebut, kurang lebih sekitar 2 jam. Komplit. Penyajiannya memang cukup modern, tapi khas wayangnya masih sangat bisa didapat karena suara gamelan dan penceritaannya pun masih sangat kental khas wayang, bedanya cuma dibahasa yang menggunakan bahasa Indonesia dan beberapa aspek lain yang  sebenarnya saya bingung untuk menjelaskan. hehe.



Dari info yang saya dapat, beberapa pemain Swargaloka berasal dari ISI Solo loh dan beberapa dari mereka pula bisa dibilang sudah sangat terkenal didunia perwayangan seperti bapak Ali Marsudi, Ibu Dewi Sulastri, dan bapak Agus Prasetyo. Wah, mereka bertiga adalah yang paling saya favoritkan dalam pertunjukan wayang disini.hehe. Entahlah, mereka selalu membuat saya terkesima sampai rasanya saya enggak mau pertunjukan ini berakhir. Tapi, bukan berarti pemain atau penari yang lain tidak membuat saya terkesima, saya malah sangat mengagumi mereka, tarian dan tokoh yang mereka mainkan selalu menjadi pelengkap yang sangat menyenangkan dan bermakna. Cara mereka semua menari saja sudah ada punya arti yang sulit di ungkapkan kata-kata, rasanya jadi menyesal dulu saya enggak belajar nari.hehee. Ya sudahlah, mungkin melihat mereka saja sudah cukup membuat saya terkagum-kagum dan enggak boleh menyesali masa lalu. *tsahhh.





Nah, seperti yang saya bilang diawal, wayang garapan Swargaloka ini bisa dijadikan alternatif yang baik untuk mencoba mengenal wayang orang. Selain menggunakan bahasa Indonesia, waktu yang pertunjukannya juga tepat, karena pementasannya biasa dimulai dari pukul 3 sore. Intinya, jangan terus-terusan berfikir kalau wayang itu membosankan. Dulu saya juga berfikir wayang itu membosankan kok walaupun udah pernah nonton berkali-kali ditelevisi dan langsung. Tapi sekarang? hehehe. Tau sendiri kan... Pokoknya coba dulu untuk kenal dan suka, setelah itu terserah anda. :)

With Bapak Ali Marsudi dan Ibu Dewi Sulastri

Senin, 19 Desember 2011

Pagelaran Wayang Orang 'Sastra Jendra Hayunigrat'

Lagi-lagi wayang, lagi-lagi wayang!! Ya.. gak apa-apa kan ya?? Mumpung kebetulan saya memang lagi senang-senangnya nonton wayang orang, dan enggak sabar untuk share pengalaman pementasan wayang orang ini. hehehe.

Pagelaran atau pementasan wayang ini orang ini di adakan oleh yayasan Purusutama, pada tanggal 18 Desember di Gedung Pewayangan Kautamaan TMII. Di mulai dari pukul 15.00 sampai dengan sekitar pukul 18.30. Melihat jadwal pentasnya yang bisa di bilang masih sore, tentulah saya enggak mau ketinggalan. Kapan lagi kan? soalnya rata-rata pagelaran wayang orang itu sering di adakan malam hari, dan kebetulan ini sore hari. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak datang. hehehe.

Singkat cerita, 'Sastra Jendra Hayuningrat' adalah kisah tentang Begawan Wisrawa yang awalnya ingin mengikuti sayembara untuk mendapatkan dewi Sukesi yang nantinya akan di nikahkan dengan anaknya bernama Raden Danapati. Tentulah karena Wisrawa adalah orang yang bisa di bilang hebat dalam ilmu dunia atau akhirat bisa dengan mudah memenangkan sayembara ( mengalahkan Jambumangli dan bisa menjelaskan tentang ilmu Sastra Jendra Hayuningrat atau bisa di bilang sebagai ilmu agung untuk kesejahteraan rakyat). Namun tentulah Wisrawa dan Sukesi juga manusia biasa yang bisa dengan mudahnya khilaf akan pengaruh buruk. Karena pengaruh itulah membuat mereka berdua jadi sama-sama mencintai, dan Wisrawa pun menikahi Dewi Sukesi (tapi tentulah ada perdebatan juga antara Wiswara dengan Raden Danapati.) Pernikahan mereka di karuniai 3 anak berwujud buruk rupa, bernama Rahwana, Kumbakarna, dan Sarpakenaka. Sedihlah hati mereka karena di berikan dua anak brewujud raksasa, dan satu anak perempuan dengan tubuh normal tapi memiliki wajah yang sangat menyeramkan dengan kuku-kuku panjangnya. Mereka pun bertobat kepada Tuhan, memohon segala ampun dengan menyadari kesalahan yang telah mereka lakukan. Hingga akhirnya mereka pun di berikan lagi satu anak dengan wujud manusia, wajah yang rupawan, dan berbudi luhur. Lalu, nama anak itu kemudian di beri nama Gunawan Wibisana. (maaf kalo ada kekurangan, karena ini versi singkat dari si penulis. hhe)

Lagi-lagi dan selalu saya akan bilang kalau pertunjukannya keren banget! Ada satu tokoh wayang orang idola saya yang main di situ, dan sempet kaget juga pas ngeliat dia ada di daftar nama pemain. Mau teriak! hahaha. Seperti biasa pula saya selalu menyaksikan acara tersebut dengan perasaan yang sulit di ungkapkan saking senengnya. Saya pun seperti enggak mau melewatkan untuk memfoto para pemainnya yang hebat! keren! multitalented! Ya.. walaupun lagi-lagi juga posisi duduk saya enggak terlalu keren (karena kalau mau posisi duduk yang bagus, hargnya pun juga sangat bagus!) mau tidak mau foto-foto yang saya dapatkan pun juga enggak terlalu bagus (padahal masih amatir). Ya! inilah beberapa foto-fotonya....

Raden Danapati yang jatuh cinta pada Dewi Sukesi

Begawan Wisrawa dan anaknya Raden Danapati
Begawan Wisrawa

Wisrawa mengalahkan Jambumangli

Wisrawa dan Dewi Sukesi yang sama-sama jatuh cinta
Dewi Sukesi dan dayang-dayang


Wisrawa mengalahkan musuh di hutan

Seluruh pemain 'Sastra Jendra Hayuningrat'
Selama menyaksikan pertunjukan ini, banyak hal loh yang saya dapatkan, ya tentulah kita harus bener-bener paham maksud di balik cerita ini. Intinya sih manusia hanyalah mahluk biasa yang juga bisa punya salah sebagus apapun dia. Tapi kalau mau bertobat dan sungguh-sungguh, pastilah akan ada jawaban yang indah pada akhirnya ;)

Oh iya, pertunjukan ini bisa di bilang yang paling bikin saya sangat-sangat excited! ya.. seperti yang tadi saya bilang kalau saya bisa liat tokoh idola wayang orang, dan karena saking pengennya foto sama idola saya itu yang namanya adalah Bapak Ali Marsudi, saya sampe mendekati panggung dan bertanya sama mas-mas panitianya apakah saya boleh foto dengan pemainnya atau tidak. Dan jawabannya... " boleh mbak, silahkan naik.." aaaaaaa.. saking senangnya saya nyaris jingkrak-jingkrak! Dulu, waktu terakhir nonton beliau saya enggak bisa foto bareng dan saat di bilang boleh foto, saya segera naik ke panggung dan menghampiri bapak Ali Marsudi dengan wajah sumringah dan bersalaman dengan beliau, " Bapak Ali Marsudi kan?", dan beliau tersenyum ramah sekali dan bilang, " Iya..." hahaha. Langsung teriak jumpalitan di dalam hati.

Bapak Ali Marsudi itu bisa di bilang sangat oke dalam pewayangan orang ini.  Sudah banyak yang ia perankan, dan kalau saya bilang sih, beliau termasuk artis terkenalnya wayang orang! Wah! pokoknya saya salut dan ngefans sekali sama beliau. Bapak Ali Marsudi memang hebat! ;)


*Salam budaya dari penulis yang bisa di bilang masih siswa kelas dasar dalam kelas budaya ;)

Sabtu, 19 November 2011

Nonton Wayang Orang Menggebu-gebu!

Haloha! kali ini saya mau share waktu saya nonton wayang orang dengan judul "Wahyu Cakraningrat" di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 18 November 2011 kemarin. Adakah yang kesini? hehehe.

Awalnya saya cuma tau berita tentang pementasan ini dari facebook Sekar Budaya Nusantara yang update kalau akan ada pementasan wayang orang di GKJ, pas ngebacanya saya langsung excited! Gimana enggak excited, ini nih yang saya nanti-nanti, pementasan wayang orang yang di adain sama Sekar Budaya Nusantara! Tau gak sihhh, Sekar Budaya Nusantara itu dulu sering banget ada di TVRI, dan dulu saya sering banget nonton sama keluarga saya (hanya saja dulu belum sesuka sekarang). Dan sekarang, setelah saya mulai tertarik dengan dunia wayang, dan sering liat pementasan wayang orang di youtube juga melihat wayang orang SBN, saya langsung mau teriak-teriak enggak jelas karena akhirnya SBN ngadain pementasan di GKJ! langsunglah saya catat nomor yang bisa dihubungin, dan menghubungi nomor tersebut satu minggu setelah saya tahu informasi ini.

Harga yang di tawarkan oleh SBN dimulai dari 150-750rb.. saya sempat tercengang melihat daftar harganya dan agak sedih juga sih. Kebetulan baru-baru ini saya lagi ekstra menabung buat liburan saya nanti, tapi pengen juga beli tiket SBN yang harganya di atas 150rb( karena posisi duduknya pasti lebih bagus. hhe) tapi apa boleh buat, liburan membuat saya harus nahan keinginan saya beli tiket itu. hehehe. Akhirnya saya bertanya lagi sama cp nya SBN tentang adakah ketersediaan tiket untuk mahasiswa/pelajar, dan ternyata ada!! dan itu cuma 75rb. Murahnyaaaaa.. langsung lah saya pesan yang itu! walaupun agak sedih juga sih pas mereka bilang posisi duduknya di balkon. Dan ngenesnya lagi, setelah saya sudah berada di perjalanan menuju GKJ, tiba-tiba ayah saya menelpon kalau dia punya tiket VIP gratis dari temennya! GRATIS!! dan itu VIP!! saya nyaris nangis abis terima tepon dari ayah saya, tapi apa daya karena udah gak mungkin balik lagi ke rumah. VIP oh VIP... kau  tersia-sia begitu saja..menyedihkan...

Tapi ALLAH baik banget sama saya! Setelah akhirnya saya dan teman saya sampai di GKJ, mba-mba panitianya dengan senyum yang ramah bilang "mba duduknya di depan, gak jadi di balkon ya. Oh iya, silakan ke kiri dulu mba.. nikmatin hidangannya." Ya ALLAH.... mimpi apa ya... selain enggak jadi duduk di balkon, dapat makan prasmanan pula. ehehehe. 


Tapi salahnya,ternyata saya dan teman saya salah kostum! rata-rata yang dateng di situ adalah orang-orang berpakaian rapi! berbatik, bahkan ada ibu-ibu berkonde pula, sedankan kita cuma pake baju casual anak kampus dengan wajah kucel karena kecapekan (omg). Agak minder sih, tapi bodo amat deh, yang penting makan, yang penting ngeteh/ngopi, yang penting gak duduk di balkon. Ya.. ada hikmah di balik kesedihan.hehe.

Ya.. walaupun posisi duduknya juga enggak bagus-bagus amat (baris keempat dari depan) tapi saya senang, karena dengan begini saya bisa ngeliat pemainnya lebih jelas, walaupun juga kalau di liat posisinya untuk ngambil foto kurang bagus sih, tapi enggak apa-apa lah ya. Yang penting bukan di balkon! kan saya pengen liat pemain-pemainnya dengan jelas, secara tadinya cuma bisa ngeliat di tv dan di youtube.

Dan pementasan di mulai......... singkatnya Wahyu Cakraningrat adalah wahyu yang akan di turunkan oleh Cakraningrat kepada seseorang yang bertekad kuat, gigih, dan punya niat yang baik saat bertapa. Mereka haruslah orang-orang terpilih dan lulus dari ujian yang di berikan oleh Cakraningrat sendiri besera istrinya, karena nantinya, orang yang mendapatkan wahyu tersebut akan dapat menguasai dunia, dan kalau saya tidak salah dengar, keturunannya pun pasti akan menjadi raja. Akhirnya.... Abimanyu (anak Arjuna) yang mendapatkan wahyu tersebut setelah melakukan tapa brata.  Raden Lesmana (anaknya Duryudana) dan Raden Samba (Anaknya Sri Kresna) yang saat itu bisa di bilang sebagai saingan Abimanyu tidak dapat menahan godaan yang diberikan oleh Cakraningrat, padahal kalau dilihat dari posisi, mereka berdua adalah anak raja.

Cakraningrat dan Batari Maninten

Raden Lesmana dan Bala Kurawa beserta Sengkuni
Raden Samba sedang di uji oleh Batari Maninten
Abimanyu dan Gatot Kaca
Bagong, Petruk, dan Gareng
Abimanyu sedang tapa brata
Sebelumnya maaf kalau gambarnya kurang bagus, maklum lah yah masih amatir. hehe. Tapi yang paling penting dari semua ini adalah pementasannya BAGUS BANGET! saking terkagum-kagumnya,saya sampe kepikiran walaupun udah sampe rumah.hehehe. Akhirnya, kesampean juga melihat orang-orang yang saya kagumi di wayang orang, walaupun udah ada beberapa yang saya liat langsung, tapi dengan acara ini bertambah lagi yang bisa saya liat langsung. Alhamdulillah. Semoga nantinya saya bisa lebih sering lagi liat pementasan wayang orang. amiiiinnnnnnnnn.


Jumat, 04 November 2011

World of Wayang Festival!

Adakah yang datang kesini??
yup, saya adalah salah satu orang yang dateng ke acara festival ini.

World of Wayang Festival ini di adakan tanggal 19-22 Otober 2011 kemarin di gedung Kautamaan Pewayangan TMII. Acaranya ya ga jauh-jauh dari judulnya, pastinya full of WAYANG! Karena ketertarikan saya yang lagi tinggi-tingginya sama wayang kulit, datanglah saya kesini bersama kedua teman saya yang sudah berbaik hati mau nemenin. hehe. Oke, saya cuma mau share sedikit tentang kedatangan saya ke tempat ini pada hari terakhir festival, yaitu tanggal 22 Oktober 2011.

Festival yang penuh dengan hal akan wayang ini menyajikan banyak pementasan, dan tentulah semuanya berhubungan dengan wayang, seperti lomba dalang remaja, pentas wayang orang, pentas wayang kulit, pentas wayang songket, pokoknya pentas-pentas tentang wayang deh! Dengan menggebu-gebu yang begitu tinggi lah yang akhirnya membuat saya harus datang ke tempat ini. Memenuhi hasrat saya tentang wayang adalah hal yang sulit dilewatkan.

Hal yang paling suka di festifal ini adalah pagelaran wayang orang (ini paling saya faforitkan!) yang di pentaskan oleh sanggar dari Wayang Orang Bharata di Senen. Sebenarnya, pementasan wayang orang satu ini tuh keren banget, hanya saja terlalu sebentar dan kurang memuaskan saya (cuma 45 menit) tapi yaa mau gimana juga, lagian juga nontonnya gratis. hehe. Walaupun singkat, ini cukup  membuat temen saya yang tadinya enggak pernah nonton wayang orang jadi terpukau loh! Walaupun enggak ngerti-ngerti amat sama ceritanya, tapi setidaknya anda akan merasakan suatu hal tentang "TERPUKAU".

Pementasan wayang orang dengan judul "CIPTONING"
Pementasan wayang songket


Ditempat ini juga banyak banget lukisan-lukisan wayang yang super duper keren dengan harga mentereng. Kalau yang saya liat ya, dari beberapa lukisan ini saya menemukan hal mistis, ah entahlah mungkin cuma karena saya terlalu terobsesi saja kali ya. Tapi intinya adalah saya suka sekali lukisan-lukisan wayang dengan harga sangat mentereng ini. Engak bisa dibayangkan deh, harus berapa tahun saya ngumpulin duit buat dapet lukisan mentereng seperti itu?






Selain wayang orang, dan lukisan, banyak juga terpajang kaos-kaos berdesain gambar wayang. Dan paling penting adalah pajangan wayang itu sendiri! Banyak banget.. keren banget.. dan saya mau banget punya! Tidak lupa juga disini banyak dijual wayang, baju wayang, buku tentang wayang, gantungan kunci wayang, pokoknya apapun tentang wayang ada, walaupun engak komplit-komplit amat sih. hehehe








Kayaknya segini aja yang bisa saya share, ya.. keliatan sekali sih kalau yang saya bicarakan disini keliatan banyak kekurangan atau saya kurang seru menceritakannya. Mohon di maklumi saja ya ;)


*Sangat disayangkan sekali ya anak-anak muda yang berkunjung kesini sangat sedikit. Entahlah, mungkin karena kurangnya promosi atau kurangnya rasa nasionalisme terhadap budaya sendiri? Saya harap sih acara dan pertunjukan seperti ini bisa sering dilaksanakan, karena bagaimanapun juga kita harus cinta sama budaya sendiri kan??
Gak usah jadi orang yang sok-sok cinta budaya deh, yang berlaga cinta budaya dan menjadi kesal karena budayanya di akuin sama negara lain, tapi nyatanya kemaren-kemaren dia sama sekali lupa sama budayanya, ikut melestarikan juga enggak. (Sorry jadi melenceng bahasnya)

Kamis, 28 Juli 2011

Mengejar Ramayana Ballet di Prambanan


Baiklah, ini dimulai dari kecintaan gw pada wayang lalu meluas menyukai hal yang berbau wayang seperti Ramayana Ballet. Ramayana ballet atau di Indonesia (khususnya Jogja) terkenal dengan sebutan Sendratari Ramayana adalah fokus utama gw saat gw mulai berfikir untuk ke jogja, saking pengennya gw sampai cari tahu tentang ramayana ballet ini, browser ini itu dan cari informasi sebanyak mungkin. Hingga akhirnya gw memutuskan menelpon dan memesan tiketnya, walaupun udah pesen pun gw masih belum bisa tenang sebelum gw bener-bener megang tiketnya (hha. lebay). Baru sampai dijogja aja gw langsung menelpon bagian ticketingnya dan memastikan apa tiket atas nama gw udah bener-bener ada, dan alhamdulillah...ada(hhe). Langsung tancap lah gw ke prambanan dengan mobil yang udah di carter tanpa istirahat yang lama, karena waktu udah sore dan acaranya dimulai jam 07.30 malam (tapi sebelumnya nyari hotel dulu).

Akhirnya gw menginjakan tempat ini juga setelah menahan hasrat gw yang menggebu-gebu. Sumpah, gw deg-deg kan sebelum pertunjukan dimulai. Saking senangnya, gw sampai mau nangis! hahaha. Oke, langsung saja, lalu gw duduk rapih ditempat duduk yang udah gw pesen dan acara pun dimulai.....

Ini mengisahkan tentang Rama-Sinta (lebih jelasnya liat di borobudurpark.com), yang diisi full dengan tarian tapi punya makna dan cerita yang oke banget. Buat yang mau jalan-jalan ke Jogja, gw saranin loe semua harus nonton pertunjukan ini!! harusss!! Sumpah keren banget! Ramayana Ballet di prambanan diadakan didua tempat, di aula trimurti pada musim tertentu dan di panggung out door berlatar belakang candi prambanan yang indah banget dimalam hari, pada musim tertentu. Tapi saya sarankan lebih menyenangkan kalau bisa liat pertunjukan ini di outdoor. 

Gemulai para penarinya membuat semua penonton terpukau, dan ga tahan untuk memfotonya terus, tapi ga tahan juga untuk terus-terusan melihat Rama-nya yang ganteng (sory yang ini agak lebay) hahaha. Oke, ini beberapa gambar yang bisa gw tunjukan. Maaf kalo jelek, maklum masih amatir. hehe.

Leksamana (Ade-nya rama), Sinta, dan Rama si tampan *tetep

Rama dan Sinta

Ini foto Sinta yang lagi dihibur waktu dia diculik oleh Rahwana


Hanoman membakar kerajaan Alengka

Rama dan Rahwana
Perdamaian setelah mengalahkan Rahwana


Oke... Gambar terakhir ini untuk pembuktian kalau yang jadi Rama pada saat gw nonton "Ramayana Ballet" adalah orang yang lumayan ganteng *menurut saya. hehehehe. How about you??