Selasa, 08 November 2011

Sampireun....

Lagi-lagi saya mau share tentang jalan-jalan saya yang kali ini bareng keluarga di Sampireun ( Garut ). Yang mau saya bilang tentang tempat ini adalah "NICE" pokoknya nice banget lah.. dari tempatnya, pelayanannya, makanannya, pokoknya semuanyaaa.... makanya saya rekomdasikan banget buat mampir kesini. Tempat yang pas buat melepas penat walau sejenak.. elaaahhh. hahaha.

Ok, sebelum saya sampe di Sampireun, saya dan keluarga mampir ke sebuah restaurant yang jaraknya enggak terlalu jauh dari Sampireun, namanya " Mulih Ka Desa" resto. Wah, tempatnya sesuai banget sama namanya, karena cara penyajian dan pelayanannya bener-bener kayak di desa. Piring-piringnya, tempat minumnya, tempat nasinya, dan yang paling penting adalah suasananya yang bisa di bilang hampir menyerupai suasana desa, bisa foto sama kebo pula (entah ini kebetulan atau memang kebo nya sengaja di pajang!). Pokoknya, mampir lah kesini dulu sebelum sampai ke Sampireun. hehe.




Dan akhirnya sampailah kami di Sampireun.... tempat tujuan kami sebenarnya. Hm, tempatnya tepat sekali dengan apa yang saya bayangkan sebelum sampai. Posisinya yang cukup jauh dari pusat kota membuat tempat ini jadi berbeda dan benar-benar pas untuk melepas penat. Cottage-cottage nya juga nyaman, dan di sediakan satu perahu untuk satu cottage  sebagai sarana menikmati suasana di Sampireun sembari memberi makan ikan-ikan yang ada didanau. 

Yang paling saya sukai dari tempat ini adalah kamar mandinya! ya, kamar mandi! coba deh dateng kesini dan liat kamar mandinya yang super duper keren ( menurut saya) karena menyatu dengan alam.. ;D 

Pelayanan di resort ini juga sangat bagus dan ramah, sebagai pengunjung kita di manjakan banget deh, ya emang sih gak jauh beda sama pelayanan-pelayanan di tempat penginapan yang lain. hehehe. Sampai di sini, kami di sajikan minuman selamat datang, sorenya makan camilan khas sunda, malamanya disajikan prasmanan dengan menu-menu yang enak dan pastinya pas di lidah, menjelang pukul sembilan akan ada perahu yang mengitari danau Sampireun membawa sekuteng, besok paginya usai subuh ada perahu mengitari danau lagi dengan serabi, baru setelah itu makan pagi dan menu-nya juga enak yang menurut saya bukan menu biasa seperti yang ada di tempat-tempat penginapan lainnya sajikan di pagi hari (entahlah, mungkin saat itu saya kebetulan) ;D







Ya.. kalau menurut saya sih, kalau mampir ke Sampireun itu enggak akan menyesal kok. Tempatnya yang nyaman juga asri dan pelayanannya yang baik membuat kita enggak akan bosan-bosannya mampir kesini. ;)

Pangandaran-Green Canyon- Baksos

Ini nih, kali ini gw mau share pengalaman gw waktu masih kuliah di semester-semester awal (tahun 2009), masih lugu-lugunya dan masih pendiam-pendiamnya.hehehe. Pengalaman ini bisa dibilang seru banget, karena pertama kalinya gw ngadain jalan-jalan sama anak kampus plus bakti sosial. Awalnya sih gw ikut karena pengen ikut-ikutan aja dan enggak kepikiran bakal seasik gini. Kalo sekarang di ajak lagi sih, gw juga mauuuu....

Perjalanan yang di tempuh bisa dibilang cukup lama karena melebihi batas yang seharusnya sekitar cuma 6 jam-an, tapi karena macetttt yang lumayan lama lah yang membuat kami semua sampai ke tempat penginapan cukup telat. Bayangkan saja, kami berangkat pukul 11.00- setelah Isya. Huaaa pegal banget rasanya saat itu. Alhamdulillahnya, tempat penginapan yang kami sewa cukup nyaman sebagai tempat peristirahatan kami untuk melepas lelah. Selain bersih, suasanya juga enak banget karena banyak pohon rindang yang teduh dan bikin adem. Pas banget deh jadi penginapan di dekat laut dan sangat saya rekomendasikan buat anda-anda semua yang mau mampir ke Pangandaran ;D





Besok paginya, kami langsung jalan-jalan di pinggir laut, sembari menyadarkan mata yang belum seutuhnya hilang dari rasa kantuk karena kecapaian. Tidak butuh waktu lama untuk menyegarkan mata, cukup ambil kamera, berpose di pinggir laut, dan mata kami semua pun jadi meleeekkk... haha.



Usai itu, menjelang agak siang kami pun merencanakan mampir ke Green Canyon. Awalnya sih gw pikir tempatnya biasa aja, tapi ternyata keren banget! Gw yang tadinya enggak mau ikut renang di sungai-nya pun jadi mendadak pengen tanpa peduli kalau gw enggak bawa baju salinan ;p Ya, akan sangat disesalkan sekali kalau anda mampir kesini tapi sama sekali enggak merasakan berenang di tempat seperti ini, untunglah saat itu gw memutuskan untuk renang. ;D






Dan besoknya... di hari terakhir kami berada di Pangandaran, inilah saat yang paling utama dari di adakannya jalan-jalan ini yaitu melakukan baksos. Kami mengunjungi salah satu sekolah dasar di suatu desa yang lumayan terpencil dan melakukan kegiatan bakti sosial dengan mengajar bahasa Inggris secara singkat dan memberikan sumbangan. Bisa di bilang, ini yang paling berkesan karena bisa saling berbagi ;)




Dereng..deng.. deng... deng.... usai itu kami pun pulang ke tempat asal kamiiii........ see u Pangandaran. :)

Sabtu, 05 November 2011

Keluar malam. Nonton pementasan Wayang atau ke Diskotik/Klub Malam?

Bisa dilihat dari judulnya kan? saya akan bahas dua hal ini. Ya... seperti yang kita tau lah, banyak banget yang perlu di perbincangkan tentang kehidupan jaman sekarang. Sayamasih muda, jadi sedikitnya saya tahu lah tentang perkembangan kehidupan jaman sekarang, kalau di bilang sok tahu ya saya minta maaf. Tapi sebelumnya saya cuma mau mengingatkan, ini cuma dari persepsi saya aja loh. It's ok anda mau berpandangan seperti apa, toh ini kan cuma pandangan dari diri saya aja.

Kalian semua pasti sudah tahu bagaimana dengan kehidupan di jaman sekarang. Bebas? Terlalu bebas? Terkekang? atau Teraniaya? ahhh... ga usah lah dijawab, jawab aja pake hati anda sendiri-sendiri.

Yah.. yang saya mau bincang-bincang disini adalah tentang anak-anak muda, dan orang-orang yang suka keluar malam. Seperti yang kita tau, banyak banget yang bilang "gak boleh keluar malam? ga asik banget sih!" sering denger kan? ya kan? yaaaa.. saya pun juga sering mengalami pernyataan seperti ini. Apa sih keluar malam? ngapain sih? you know lah... doing something.

Kenapa ya rata-rata yang namanya keluar malam tuh anggapanya sering negatif ya? Ya... kan mana kita tahu orang yang suka keluar malam itu belum tentu ngelakuin hal negatif, tapi kenapa sering di anggap sebagai hal yang negatif? kenapa? keseringan negatif-nya ya?? hayooo.... hahaha.

Yuk lah kita pikir lagi... buat mereka yang suka keluar malam dan di anggap "negatif" sama orang-orang, coba deh di pikirin lagi. Kita ngapain sih keluar malamnya? sama siapa sih? naik apa? sampe jam berapa? setiap hari? setiap minggu? atau hanya rutin aja?. Coba di ingat-ingat ngapainnya, yang jelas makanya biar enggak di anggap negatif. #soknasihatin

Nonton wayang? itu keluar malam juga kan? biasanya wayang (khusus wayang kulit dan golek) dimulai dari pukul 9 malam sampe dengan menjelang subuh, dan wayang orang biasa dimulai dari jam 7 atau jam 8 malam hingga jam 11 malam. Apa keluar malam gara-gara mau nonton wayang itu negatif ya? setau saya sih enggak, banyak positifnya malah. Coba deh dipikir lagi, nonton wayang tuh lebih punya makna loh, kita bisa dapet arti-arti kehidupan dari karakter-karakter wayang. Contohnya karakter Yudhistira (Mahabharata), dia anak pertama dari silsilah pandawa ( Yudhistira,Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa), dalam karakter disini, Yudhistira terkenal dengan kesantunanya, kepemimpinannya, dan kebijaksanaannya. Terlihat sempurna bukan? dia juga tampan walau tidak setampan Arjuna. Ah.. tentulah wayang tidak senaif itu, Yudhistira juga punya sisi buruk yaitu bermain judi, dan itulah yang membuat dia 'terjatuh' tapi mampu membuatnya bangkit untuk menyesalinya, dan salah satu keberhasilannya adalah ia, pandawa, serta ksatria lainnya bisa memenangkan perang Bharatayuda atau bisa di bilang perang persaudaraan. Yang saya suka dari karakter beliau adalah sebaik apapun dia, dia juga punya sisi buruk, manusiawi sekali bukan?. Ah,tentulah saya tidak akan menceritakan tentang dia terlalu banyak disini,  anda bisa baca sendiri ceritanya dimana-mana ;D. Contoh lainnya bisa kalian liat dibuku-buku atau bahkan menontonnya langsung saja! hehehe. Selain bisa belajar tentang karakter wayang dan tau  buruk baiknya, kita juga jadi salah satu orang yang mempertahankan budaya bukan? ;)

Ke Diskotik/Klub malam? hayooo... negatif-kah? positifkah? Coba sini ngger saya mau tanya. Di klub malam itu ya ngapain toh? bersenang-senang ya? dengerin musik? minum blablabla? atau ngapain?
Menghabiskan duit gak sih pergi ke diskotik itu? mempertahankan apakah dengan pergi kesana? Ya.. mungkin sebagian orang bilang untuk menghilangkan penat, atau biar enggak ketinggalan jaman. Oke lah, jawabanya cukup beralasan. Kepuasan seperti apa yang di dapat pulang dari tempat ini? bahagiakah? Tentulah kesenangan hati akan didapatkan dari tempat ini, kita juga bakal jadi orang yang ceria, sering tertawa walau sedang mengeluh tentang hidup. Hihihi, sepertinya menyenangkan. Tapi... adakah pesan moral yang bisa kita dapetin dari tempat ini? lah kok bikin orang pengen balik terus ya.hehehe. Kalau mau kesini tuh pakaiannya harus beda loh, enak aja pake baju yang bikin anget, mau ngapain? emang di puncak? eeaaa.

Hm... nonton wayang apa ke klub malam?? sama-sama keluar malam kan? waktunya juga enggak jauh-jauh beda kok. Dua-duanya memberikan penawaran nyaris sama dengan pengalaman berbeda? udah tahukan?
SILAHKAN PILIH.  ;)

*maaf kalau kelihatannya saya memihak pada satu hal dan tidak mencoba menyeimbangkan dua hal tersebut. Mau gimana lagi? jadinya memang begini kok. hehe

Jumat, 04 November 2011

World of Wayang Festival!

Adakah yang datang kesini??
yup, saya adalah salah satu orang yang dateng ke acara festival ini.

World of Wayang Festival ini di adakan tanggal 19-22 Otober 2011 kemarin di gedung Kautamaan Pewayangan TMII. Acaranya ya ga jauh-jauh dari judulnya, pastinya full of WAYANG! Karena ketertarikan saya yang lagi tinggi-tingginya sama wayang kulit, datanglah saya kesini bersama kedua teman saya yang sudah berbaik hati mau nemenin. hehe. Oke, saya cuma mau share sedikit tentang kedatangan saya ke tempat ini pada hari terakhir festival, yaitu tanggal 22 Oktober 2011.

Festival yang penuh dengan hal akan wayang ini menyajikan banyak pementasan, dan tentulah semuanya berhubungan dengan wayang, seperti lomba dalang remaja, pentas wayang orang, pentas wayang kulit, pentas wayang songket, pokoknya pentas-pentas tentang wayang deh! Dengan menggebu-gebu yang begitu tinggi lah yang akhirnya membuat saya harus datang ke tempat ini. Memenuhi hasrat saya tentang wayang adalah hal yang sulit dilewatkan.

Hal yang paling suka di festifal ini adalah pagelaran wayang orang (ini paling saya faforitkan!) yang di pentaskan oleh sanggar dari Wayang Orang Bharata di Senen. Sebenarnya, pementasan wayang orang satu ini tuh keren banget, hanya saja terlalu sebentar dan kurang memuaskan saya (cuma 45 menit) tapi yaa mau gimana juga, lagian juga nontonnya gratis. hehe. Walaupun singkat, ini cukup  membuat temen saya yang tadinya enggak pernah nonton wayang orang jadi terpukau loh! Walaupun enggak ngerti-ngerti amat sama ceritanya, tapi setidaknya anda akan merasakan suatu hal tentang "TERPUKAU".

Pementasan wayang orang dengan judul "CIPTONING"
Pementasan wayang songket


Ditempat ini juga banyak banget lukisan-lukisan wayang yang super duper keren dengan harga mentereng. Kalau yang saya liat ya, dari beberapa lukisan ini saya menemukan hal mistis, ah entahlah mungkin cuma karena saya terlalu terobsesi saja kali ya. Tapi intinya adalah saya suka sekali lukisan-lukisan wayang dengan harga sangat mentereng ini. Engak bisa dibayangkan deh, harus berapa tahun saya ngumpulin duit buat dapet lukisan mentereng seperti itu?






Selain wayang orang, dan lukisan, banyak juga terpajang kaos-kaos berdesain gambar wayang. Dan paling penting adalah pajangan wayang itu sendiri! Banyak banget.. keren banget.. dan saya mau banget punya! Tidak lupa juga disini banyak dijual wayang, baju wayang, buku tentang wayang, gantungan kunci wayang, pokoknya apapun tentang wayang ada, walaupun engak komplit-komplit amat sih. hehehe








Kayaknya segini aja yang bisa saya share, ya.. keliatan sekali sih kalau yang saya bicarakan disini keliatan banyak kekurangan atau saya kurang seru menceritakannya. Mohon di maklumi saja ya ;)


*Sangat disayangkan sekali ya anak-anak muda yang berkunjung kesini sangat sedikit. Entahlah, mungkin karena kurangnya promosi atau kurangnya rasa nasionalisme terhadap budaya sendiri? Saya harap sih acara dan pertunjukan seperti ini bisa sering dilaksanakan, karena bagaimanapun juga kita harus cinta sama budaya sendiri kan??
Gak usah jadi orang yang sok-sok cinta budaya deh, yang berlaga cinta budaya dan menjadi kesal karena budayanya di akuin sama negara lain, tapi nyatanya kemaren-kemaren dia sama sekali lupa sama budayanya, ikut melestarikan juga enggak. (Sorry jadi melenceng bahasnya)

Jumat, 28 Oktober 2011

Internship Training at Museum


Internships training program is often done by college students towards in the end of the semester. It is very useful for them to get the new experiences outside the campus, to improve their skills and also to introduce them about the new world of work. One of the good places that is very recommended for the college student doing internship training is museum. For some people it looks so strange because there are many college students choose or have chosen to do their internship in the office of government or private companies, but actually they should know that museum would be very useful for their life. There are many things they will get during the internship that could not be imagined for those who haven’t tried it. To make it more interesting, I will explain several good effects of doing internship training program at the museum.
            The first is getting many knowledge about Indonesian culture. Museum gives you many information about your own country, Indonesia. In this modern era, many people do not care about Indonesian culture that is actually very important for themselves as a cultural heritage. That’s why I suggest you to choose museum, because it will make you know more about Indonesian culture especially to know your own culture or your parent’s culture. It will help you to realize that actually you have a very good and nice culture which is not owned by the other country. Indonesia has so many tribes with their own culture that you could not see directly, so museum can help you as a connection to introduce you about it. Besides that, you will also know the replica objects of cultural heritage like traditional house, traditional music instrument, traditional housewares and many other things complete with its history that you haven’t ever known it before.
The second is becoming a person who loves about culture. By knowing and realizing about the importance of your culture from the museum, it will make you always keep it in your mind. Then you’ll be proud about it, because you are Indonesian people, and here’s your obligation to know and learn about your own culture. It shows that you are the real Indonesian, and become a person who loves culture.  That would make you be more curious about culture and try to find out it deeper from the other sources or reading historical book to get the information more. It also makes you interested to visit some areas in Indonesia, whose culture is still strong, and then you can see it directly and it would be more satisfying. In addition, based on many sources, a person who loves their culture will look more attractive and far from stress feeling.
The third is promoting Indonesian culture direct and indirectly. During or after the internship training, when you are also becoming a person who loves and proud of your culture, you will get the desire to influence people to visit the museum and make them interested of Indonesia. It could be said that you are promoting the museum and Indonesian culture itself as directly. But, sometimes you won’t realize that you also promote it when you wear something that shows your own culture like using batik clothes, or a shirt that have the images of wayang and using your local language. Your love to your own culture will make you used to doing and using things that are related to your culture, even you realize it or not.
So, by doing internship training at the museum that makes you have to know the content of the museum, you will get some good effects for your life. It is not only about you will get many knowledge about Indonesia, but also open your eyes to love its culture, then it will make you want to share or make people know that you are proud about it so much. Culture will be a part of your life as a heritage that must be maintained.

created by : TYA

Minggu, 16 Oktober 2011

ROMANTISME CERITA RAMAYANA.

Sumber buku : Hamba Sebut Paduka RAMADEWA *Ramayana* -Herman Pratikto- (wajib baca!)

Disini saya cuma mau share sedikit tentang buku yang belom lama ini selesai saya baca. Buku yang bercerita tentang kisah Ramayana, yang pastinya sudah banyak dikenal atau bahkan sudah di baca oleh banyak orang. Termasuk saya. hehe.

Buku ini saya dapetin waktu saya berkunjung ke museum wayang di daerah Kota-tua, dan saya langsung tertarik melihat betapa klasiknya buku ini. Lalu saya belilah buku ini dan membacanya.....
Yang saya suka dari buku ini setelah membacanya adalah bagaimana si penulis benar-benar membuatnya dengan gaya penulisan yang bisa dibilang sangat menarik untuk saya. Banyak sekali kata-kata yang saya suka dari ungkapan si penulis dalam penggambaran seorang tokoh didalam cerita ini. Wow! saya selalu ingin berteriak WOW setelah selesai membaca ini, dan rasanya jika saja saya punya waktu banyak maka saya akan membaca ini berulang-ulang.

Dibuku ini, kisah Ramayana tidak langsung bermula ke inti cerita tentang Rama dan Sinta. Buku ini memulainya dengan cerita tentang Ramaparasu, lalu berlanjut ke Harjuna Sasrabahu, barulah dari situ diceritakan tentang lahirnya Rama Wijaya dan berkelanjutan tentang kisah cintanya dengan Dewi Sinta.

Entahlah, karena kebetulan saya suka sekali dengan hal yang berbau cinta dan romantis, maka saya hanya akan membahas sedikit tentang hal-hal yang gak jauh dari cinta dan kesetiaan. Ada salah satu bab di buku ini  yang menjadi bab favorit saya, " Di atas Gunung Citrakuta", dimana menceritakan Rama, Sinta, dan Laksamana yang sedang menjalani masa pembuangan bersama. Dalam bab ini, saya suka  sekali bagaimana penulis menggambarkan sosok Rama yang begitu mencintai Sinta, begitupula sebaliknya. Bagaimana Rama mencoba membuat Sinta merasa nyaman walaupun keadaanya kini mereka sedang dalam masa pembuangan dari kerajaan Ayodya. Berikut di bawah ini adalah kutipan dari bab  favorit saya di buku ini.

" Hamba tidur di pangkuan paduka? "
Rama mengangguk mengulum senyum.
" Paduka tiada beradu sebentar pun juga?"
"Aku tidur berdekatan denganmu, manis!"
( hal 147)

Saya sebagai pembaca sampai tersenyum-senyum membaca ini. Ahhh.. bagaimana tidak, Rama itu keren sekali. Kebetulan di bab ini di ceritakan kalau cuacanya sedang hujan, dan mereka bertiga terpaksa berteduh di bawah pohon. Rama yang tidak sampai hati membiarkan Sinta tertidur di atas tanah basah pun sampai merelakan dirinya duduk bersila agar Sinta bisa tidur di haribaannya. So sweet!  Saking sukanya dengan bab ini, saya sampe membacanya berulang-ulang. Bagaimana tidak? semua orang pasti mendambakan sosok lelaki seperti Rama. Termasuk saya! Bab lain setelah bab ini pun juga masih menceritakan sedikit tentang sosok Rama yang begitu menyayangi dan mengkhawatirkan Sinta ketika mereka harus menghadapi raksasa-raksasa yang di utus oleh Rahwana. Tapi taulah, Rama dengan hebatnya bisa mengalahkan mereka dan segera berlari-lari melihat keadaan istrinya usai itu. Ramaaaaa... I want you!!! (curhatan penulis, maaf)

Tidak hanya disitu saja saya mengagumi sosok Rama dalam buku ini. Banyak sekali hal-hal yang bisa kita liat dari seorang Rama yang begitu mencintai istrinya, yang sempat seperti orang yang kehilangan arah karena hilangnya Sinta. Berikut ini adalah kutipan-kutipan ucapan Rama yang saat itu menyadari Sinta telah hilang :

" O, Laksmana! tahulah aku kini. Ayundamu sengaja meninggalkan kita dengan diam-diam. Barangkali dia sudah jemu mengikuti kita dalam pembuangan. Memang..., pernahkah aku mempersembahkan sesuatu kepadanya, demi kesenangannya? Laksmana, aku lalai dalam  hal ini. Aku lalai! Maka diam-diam ia mempunyai rencana hendak melarikan diri. Mula-mula aku disuruhnya mengejar binatang terkutuk itu, lalu mencari akal agar engkau meninggalkannya pula. Kemudian...,kemudian..." ( hal 195)
(Ah Rama, kau putus asa sekali sih.) ;(

Dan kepada angin, udara, awan, dia berseru, "Angin, engkaukah itu? Apa kabar sahabatku? Apakah engkau melihat Sinta? Tabiatmu mengetahui segala, karena engkau mennyentuh seluruh yang nampak. Udara, tolong jengukan penglihatanmu, pastilah Sinta nampak olehmu. Hai awan...., O, awan yang serba hitam dan buruk. Mengapa hujan kau curahkan begini derasnya? Dimana Sinta? ,Menyibaklah, agar surya bersinar cetrah!"

Tentu saja semuanya membisu. Hal itu benar-benar mengecewakan hatinya. Karena kesal hati, terbitlah marahnya. Kini ia menaruh dendam kepada semuanya. Kepada bunga, pohon, batu, angin, awan, tanah, dan gunung-gunung. Maka direnggutnya busurnya dari punggung. Dirabanya panah sakti Guma Wijaya. Ia memutuskan hendak melebur dunia dengan tenaga pemunahnya. Katanya bersungut..

" Mari! Mari kita lebur bersama-sama! Dengan demikian, tidak hanya aku seorang yang menanggung penderitaan...!" ( hal 196-197)
*untunglah Laksamana langsung menghalangi Rama melakukan hal ini. fuiiihh.

Setelah melihat kutipan-kutipan di atas, saya salut dengan betapa hebatnya penulis menggambarkan sifat Rama yang benar-benar manusiawi, yang memiliki cinta yang begitu besar untuk Sinta. Ya, disini juga dapat kita lihat, seorang ksatria yang hebat pun juga bisa bersedih hati karena cinta. Indah bukan? karena sehebat-hebatnya manusia-pun juga bisa bersedih.

Tidak hanya Rama, tokoh Sinta di buku ini juga cukup menawan. Dan dibawah ini saya juga akan menuliskan kutipan-kutipan ucapan Sinta, istri Rama :


" Kata-katamu membesarkan hati dan melapangkan akal. Tetapi seluruh hidupku kuabdikan kepada junjunganku. Meski rakyat dan negara mengusirnya, meski dunia mengutuknya dan apapun yang terjadi, Rama tetap junjunganku. Aku bersedia mati bersama di sampingnya sejak dahulu, kini, dan kelak." ( hal 182)


"........................................Inilah tusuk konde Cundamanik pemberian kakanda Rama, tatkala dahulu tiba di negeri Mantili. Benda itu kupuja sepanjang ingatan, seolah-olah hidupku sendiri. Itulah sebabnya aku selalu teringat akan junjunganmu. Wajahnya, tingkah lakunya, gaya bahasanya, semuanya, ya, semuanya, Hanuman...! Dia adalah diriku. Sampaikan sastra hatiku ini kepada junjunganmu. ................" ( hal 304)

Benar-benar deh! mereka berdua memang top banget dalam buku ini. Betapa kesetiaan mereka adalah hal hebat yang bisa kita ambil contoh. Saya sendiri sampai begitu kagumnya, dan karakter mereka sering sekali bertengger dalam kepala saya. Begitu indahnya, tulus, dan dalam. Masih banyak sekali sebenarnya kata-kata indah mereka dalam buku ini. Hanya saja... rasanya aneh kalau saya menuliskan semuanya. Saya sengaja menuliskan ini dengan maksud menarik perhatian kalian-kalian! Dengan membaca buku ini, pastilah kalian akan masuk ke dalam cerita penuh makna dan pembelajaran. COBALAH DI BACA! ;)

Sabtu, 08 Oktober 2011

Wayang Orang Harus Bisa Terus Eksis.


Sangat disayangkan sekali ya, dijaman modern seperti ini banyak sekali budaya yang hilang dipermukaan. Maksud saya adalah, budaya seperti tertutup kabut dan tidak semua orang bisa melihatnya dengan jelas. Padahal jelas sekali kalau Indonesia punya banyak budaya yang indah dan begitu mempesona. Beragam, dengan ciri yang begitu khas penuh makna. Ah, saya salut sekali dengan mereka-mereka yang masih mampu menerjang kabut dan tetap bisa melihat budaya mereka. Yang berusaha menyelusuri kabut dengan membawa sebuah lentera untuk memberi cahaya agar tidak hanya mereka yang mampu menerjang kabut. Tapi apalah gunanya, banyak mata yang sudah dibutakan oleh keindahan lain yang lebih menawan, lebih simpel, dan tanpa perlu pengertian yang panjang lebar. Ya.. tanpa perlu pengertian yang panjang lebar, itu yang paling tampak. Mengertikah kalian tentang pengertian yang panjang lebar???  tau atau tidak tau, saya tidak akan menjelaskannya disini. Maknailah sendiri.

Baiklah, disini saya akan membahas sebuah topik sesuai dengan judul saya diatas. Kenapa wayang orang? ya.. karena memang kebetulan saya suka wayang orang. Disini saya bukan mau egois atau gimana karena memilih tentang topik ini, tapi karena memang inilah topik yang saya suka, dan lagian kan ini blog saya. Oke, saya lanjutkan ke topik dan pembahasaan awal tentang wayang orang yang akhir-akhir jarang jadi pusat perhatian oleh orang Indonesia. Menyayangkan sekali ya, padahal banyak sekali hal-hal yang bisa dilihat dari pertunjukan ini. Banyak hal-hal yang tersirat yang bisa kita lihat dari pertunjukan ini. Banyak sekali.

Wayang orang bisa dibilang sebuah perwakilan dari pertunjukan wayang yang lebih  traditional, atau lebih sering dikenal dengan wayang kulit. Dulu, wayang kulit adalah hal yang sangat spektakuler dan hiburan yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat daerah tempat wayang kulit pernah ditemukan dan disebarluaskan (co: Jateng, Jatim, dll). Gamelan-gamelan yang mengiringi jalan cerita wayang pun menjadi suatu ciri khas yang menambah perceritaan menjadi lebih dramatis, dan menarik. Tapi apa boleh dikata, sekarang pertunjukan wayang kulit sudah sangat jarang, bahkan tak terlalu diminati. Maka munculah wayang orang, dengan hal yang baru dan lebih ditampilkan secara nyata dan mudah dimengerti. Gamelan-gamelan pun tetap ada untuk mengiringi.

Cerita dalam wayang orang juga tak jauh beda dengan wayang kulit, hanya saja waktu yang ditampilkan wayang orang tak bisa selama wayang kulit yang bisa dibilang cukup lama (sekitar 3-5 jam). Pentas wayang orang hanya sering dipertunjukan dengan waktu berkisar sekitar 2 jam, walau cukup singkat tapi sangat menarik karena paduan cerita, tarian, dan penokohannya bisa dibilang memuaskan dan menjadi mudah diingat. Tapi wayang orang sangat tidak bermaksud untuk menyingkirkan wayang kulit, mereka hanya ingin memudahkan bagi mereka yang sebelumnya  tidak menyukai cerita wayang agar bisa lebih memahami atau bahkan menjadi suka. Tentulah ada perbedaan yang cukup jelas jika harus membandingkan wayang kulit dan wayang orang. Dua-duanya punya hal menarik satu sama lain, namun punya tujuan yang sama.

Dilihat dari judulnya saja saya berharap sekali kalau wayang orang bisa terus eksis, bagaimanapun juga harus bisa eksis! Ada hal yang orang-orang harus lihat dipertunjukan ini. Mungkin awalnya terlihat membosankan, tapi ayolah dicoba menontonnya. Pertunjukan wayang orang memang sudah sangat jarang ada, tapi jika kebetulan ada, tidak salahnya kan kalau kita tonton. Selain menarik, kalian pasti akan sangat-sangat bisa merasakan keindahannya dan begitu takjubnya pertunjukan budaya seperti ini. Cobalah sejenak duduk dan pahami. Terlihat membosankan klo dipikirkan atau hanya dilihat sejenak, tapi akan menjadi suatu hal yang menarik yang bisa saja menggetarkan batin anda jika anda benar-benar menyaksikannya. Bacalah dulu sejarahnya dengan sekilas, lalu menontonnya, maka dari situlah anda akan tau alasan mengapa orang-orang bisa menyukai wayang. Dan andapun juga pasti bisa menyukainya.

Menyaksikan wayang orang punya banyak sisi positif yang bisa diambil oleh para penontonnya. Mungkin disini saya tidak bisa menyebutkan banyak atau detail, karena saya masih baru dalam kecintaan ini. Bisa dibilang inilah yang baru bisa saya dapatkan setelah saya menonton wayang orang yang justru membuat saya juga menyukai wayang kulit. Wayang orang sering menampilkan cerita-cerita wayang yang terkenal, ya.. saya ambil saja contohnya seperti cerita Ramayana dan Mahabarata, yang sudah sangat dikenal oleh banyak orang. Cerita-cerita yang ditampilkan wayang orang selalu mempunyai pesan moral yang penting untuk kehidupan manusia, hanya saja dari kita nya juga lah harus pintar-pintar menganalisa pertunjukan itu sendiri. Biasanya pemahaman itu akan didapatkan setelah pertunjukannya selesai, dan kalian pulang dengan hati yang bertanya-tanya lalu bisa menjawab sendiri pesan moral tersebut. Selain itu, keindahan gamelan dan nyanyian sinden pun juga menjadi hal yang penting dan harus perhatikan dalam pertunjukan wayang.  Akan tampak sekali kesan yang hilang tanpa gamelan dan nyanyian sinden, suasana pertunjukan akan terlihat sepi dan kurang makna. Karena dari suara sinden itulah terkadang kita bisa mendapatkan suatu analisa awal tentang apa yang sebenarnya si-lakon sedang mainkan atau rasakan, dan tentulah kita juga akan mendapatkan suatu 'klik' untuk memahami ceritanya.

Pada intinya sih memang niat dulu untuk menyukainya, dan mencoba menyadari bahwa melestarikan budaya itu penting banget. Dari pengalaman yang saya dapat ketika akhirnya saya mencintai budaya adalah saya bisa merasakan diri saya jadi lebih berbeda. Memang saya pecinta wayang (entah itu wayang kulit atau wayang orang), tapi saya bukan penonton yang hebat ketika saya harus dihadapkan pada pertunjukan wayang kulit. Wayang orang lah yang menjadi alternatif bagi saya untuk bisa lebih mencintai wayang dengan jangka waktu yang tepat untuk mata saya. Ceritanya dapat, kecintaan saya pun bertambah. Tapi yang mau saya katakan disini adalah, kecintaan saya sama wayang benar-benar membuat suatu hal kecil menjadi berbeda. Jadi seperti mencintai diri sendiri.

Sekarang ini pertunjukan wayang atau sendratari sudah jarang sekali diselenggarakan. Banyak sekali pertanyaan akan penyebab hal ini yang jawabannya sulit dan tidak sulit untuk ditebak. Tapi tentunya saya masih berharap kalau wayang masih bisa terus eksis, dan disukai. Cerita wayang adalah pembelajaran hebat dan penuh makna yang seharusnya diketahui oleh generasi-generasi terkini. Saya berterima kasih sekali bagi mereka-mereka yang masih tetap berusaha menyelenggarakan pertunjukan wayang, yang sudah membantu memenuhi hasrat saya pada kecintaan saya yang besar untuk wayang. HIDUP WAYANG!

*gambar ini saya ambil waktu saya melihat pertunjukan sendratari ramayana di Prambanan (Yogyakarta). Saya masih mengkategorikan sendratari sebagai perwujudan wayang orang, meski tanpa suara dari pemainnya, namun suara gamelan dan nyanyian sinden tersaji dengan indah dalam sendratari ini. Cerita yang digunakan pun juga cerita yang sangat dikenal dalam cerita pewayangan. Saya juga sengaja memang menggunakan gambar ini agar tidak harus kepikiran masalah hak cipta, karena toh saya sendiri yang mengambil potret ini secara langsung. hehe. trims.